Jumat, 29 Agustus 2014

CERMAT MEMILIH PEMUTIH

Tren memutihkan kulit tidak hanya melanda remaja saja, tapi juga ibu-ibu setengah baya. Tidak khayal lagi, produk kosmetik, baik berupa sabun, susu pembersih, bedak, maupun tabir surya yang belakangan diberikan embel-embel whaitening, sangat laku dipasar.
            Klinik perawatan kulit pun sering diserbu oleh mereka yang menginginkan kulit putih. Dokter Tina Wardani Wisesa,SpKK dari Klinik Sakti Medika Jakarta, tidak menyangkal bahwa ia didampingi banyak pasien yang ingin wajahnya lebih putih dibanding kulit badannya yang berwarna sawo matang. Apakah bisa ?
            “pemutih tidak bisa 100% paling tidak, hasilnya akan sama dengan warna kulit dada kita yang tertutup pakaian. Pada dasarnya distribusi pigmen pada masing-amsing orang ada batasannya. Jika berlebihan pun hanya bersifat sementara. Kulit akan kembali ke warna aslinya,” papar Dr Tina
            Kulit putih secara medis, dapat diartikan sebagai kulit yang cerah dan bersih. Hanya saja kerena kulit sering terkena polusi  dan terpapar sinar matahari, maka cenderung menjadi kusam.” Penggunaan pemutih dimaksutkan agar warna kulit yang kusam tersebut kembali bersih dan cerah,” lanjutnya
MEMUDARKAN PIGMEN
            Warna kulit seseorang ditentukan oleh banyak tidaknya pigmen melanin di lapisan kulitnya. Pembentukan pigmen melanin terjadi melalui suatu proses oksidasi dari tirosin yaitu asam amino yang nantinya diubah  emnjadi enzim melanin dengan bantuan enzim tirosinase.
            “cara kerja pemutih bukan mematikan pigmen, tetap menghambat enzim tirosinese dalam pembentukan pigmen, agar pigmen tidak diproduksi secara berlebihan,” jelasnya.
            Usaha untuk mencerahkan kulit ini dibantu oleh perawatan dari alam, yaitu dengan mengkonsumsi vitamin C (dosis 500-1000 mg) setiap hari, akrena vitamin C akan membantu pembentukan pigmen melanin yang lebih cerah.
ASAM BUAH DAN ANTIOKSIDAN SAHABAT KULIT
            Berdasarkan kenyataan tersebut, maka bahan dasar bahan pemutih yang tersedia di gerai-gerai kosmetik mengandung satu atau beberapa bahan berikut:
  1. asam buah (AHA, asam alfa hidroksi), asam kojic dan asam labu (glycolic acid). Asam buah digunakan sebagai pembersih kulit, sedangkan asam labu dapat membantu pengelupasan kulit di permukaan dengan mengangkat sel-sel kulit mati
  2. VITAMIN A, C dan E, antioksidan yang mampu menetralisasi radikal bebas serta menghambat pembentukan pigmen. Pemutih yang mengandung vitamin tidak hanya membersihkan kulit tetapi juga melembabkan, mengenyalkan, serta memepercepat regenerasi kulit. Penggunaannya biasanya diminum, dioleskan pada kulit atau disuntikan.
  3. HIDROKUINON DAN TRETIONIN (trans retonoic acid, asam vitamin A)
HIDROKUINON AMAN PADA KONSENTRASI 2%
Yang perlu diwaspadai adalah hidrokuinon yang sering digunakan sebagai pemutih wajah dan sebagai antioksidan untuk mencegak kekasaan kulit. Bahan tersebut juga dapat mencegah produksi melanin. Pada konsentarsi 2% pemutih dengan bahan aktif hidrokuinon dijual bebas.
            Penggunaan pemutih dengan hidrokuinon dengan konsentrasi diatas 2% secara terus menerus harus melalui pengawasan dokter, karena dapat menyebabkan kulit irutasi, memerah, perih dan terasa panas.
            Dokter Tina menyayangkan banyak perempuan yang mengalami kerusakan kulit, karena sering mengulang resep yang diberikan dokter, tanpa sepengetahuan dokter.” Mereka merasa cocok menggunakan pemutih itu. Padahal, cara tersebut dapat merusak kulit. Sebab, jika kondisi kulit sudah membaik penggunaan pemutih akan dikurangi secara betahap,” ujar Dokter Tina
DIGUNAKAN PADA MALAM HARI
            Menggunakan pemutih, baik yang berbentuk lotion, salep, maupun krim pada awalnya tidak perlu semalaman”lakukan secara bertahap. Misalnya pemakaian pertama, satu jam. Jika tidak ada keluhan, lanjutkan menjadi dua jam. Kalau oke, boleh lanjutkan sampai pagi,” kata Dokter Tina
            Memang waktu yang tepat memakai pemutih adalah malam hari. Hindari memakai pemutih pada siang hari karena dikhawatirkan kulit wajah yang telah diolesi akan memerah karena terpapar sinar matahari.
            Ada yang megira semakin lama memakai pemutih, kulit akan semakin putih. Padahal keyataannya tidak demikian.
PERAWATAN DASAR SANGAT PENTING
            “Sebelum menentukan pilihan saat menggunakan produk pemutih, sebaiknya mengenali problem-problem kulit dan meneliti kembali perawatan dasar yang saharusnya sudah menjadi kewajiban kita semua. “ perawatan dasar ini meliputi pembersihan kulit wajah, baik dengan susu, pembersih, penyegar, maupun dengan sabun. Langkah kedua, menggunakan tabir surya,” ucapnya.  
            Jika perawatan dasarnya sudah benar, dan jika kita ingin memakai kosmetik dekoratif seperti  eye shadow hasilnya akan maksimal.
MELINDUNGI WAJAH
            Jika anda merawat wajah dengan pemutih, ketika berpergian siang hari, selain dianjurkan menggunakan tabir surya, anda juga dianjurkan mengguakan pelindung wajah seperti kacamata gelap, topi atau payung. Remaja yang rata-rata memiliki kulit berminyak, bisa menggunakan tabir surya berbahan dasar gel atau lotoin.
            Sedangkan yang berusia 35 tahun ke atas, penggunaan tabir surya bisa ditambah dengan pelembab (mostourazer) untuk mencegah timbulnya flek-flek yang akhirnya mengharuskan kita memakai pemutih.
JANGAN IKUT-IKUTAN
            Pemutih yang terkandung dalam produk sabun, susu pembersih dan bedak biasanya aman karena konsentrasi bahan-bahan dasarnya sangat kecil. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa penggunaan pemutih sebaiknya tidak tergantung pada keberhasilan seseorang teman alias jangan ikut-ikutan. Belum tentu pemutih yang digunakan teman tersebut cocok dengan jenis kulit kita
MERKURI DALAM PEMUTIH PERLU DIPERHATIKAN
            Merkuri (Hg) adalah zat kimia denagn rumus Hg. Krim pemutih yang mengandung Hg sangat berbahaya jika digunakan dalam jumlah yang berlebih dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Pada umumnya, krim pemutih ini digunakan digunakan pada kulit yang yang diinginkan saja. Tetapi ada kadang-kadang ada orang yang menggunakan produk pemutih yang mengandung  merkuri ini sebagai alas bedak. Jika digunakan dalam waktu siang hari dan orang ini terpapar sinar matahari, maka penyerapan merkuri yang terlalu banyak akan merusak ginjal. Disamping itu, endapan-endapan partikel logam merkuri dapat membuat kondisi kulit menjadi hitam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar